Saturday, 4 October 2008

Tudung -Online

Sumber Utama dari Tudung-Online:


Assalammualikum

Semakin hari pelbagai jenis patern kain tudung di buat untuk memenuhi permintaan yang tinggi di luar sana, berbekalkan sedikit ilmu online saya selaku admin ingin membuat sedikit pembaharuan dalam penjualan kain tudung di mana segalanya akan di lakukan secara online di tudung-online.com .
Tudung-online adalah website di bawah kelolaan NH FABRIKA RESOURCES , No Pendaftaran TR0072115-H , beroperasi dari rumah sepenuhnya . Mempunyai rakan kongsi dalam perusahaan tudung dan beliau telah berkecimpung di dalam bussines ini hampir 10 tahun di dalam pembuatan kain tudung .
Jenis kain tudung yang kami bekalkan adalah dari kualiti yang terbaik dalam kategori tudung iaitu jenis bawal no.1 jepun dan berlian adalah dari jenis oktant & swarovski di tempah khas dari Pattani , Thailand. Kami sedia menerima tempahan dalam kuantiti yang besar , anda juga boleh membuat belian individu untuk penggunaan harian .
Di tudung-online.com kami menawarkan perkongsian keuntungan di mana jika ahli dari rangkaian anda membeli kain tudung, pihak kami akan memberi komisen dari setiap jualan dirangkaian anda. Segala keterangan lanjut sila ke bahagian
KERJA KOSONG .Secara tak langsung kami telah membuka peluang perniagaan kepada anda untuk sedikit wang poket sambil melayari internet.


Click Link Banner di atas;

atau

Click Here:
http://tudung-online.com/?ref=sembangketapang

Read more...

Friday, 3 October 2008

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (4/4)
Muhammad Husain Haekal

Orang-orang Yahudi di negeri-negeri Arab merupakan kaumimigran yang besar, kebanyakan mereka tinggal di Yaman danYathrib. Di samping itu kemudian agama Majusi (Mazdaisma)Persia tegak menghadapi arus kekuatan Kristen supaya tidaksampai menyeberangi Furat (Euphrates) ke Persia, dan kekuatanmoril demikian itu didukung oleh keadaan paganisma di manasaja ia berada. Jatuhnya Rumawi dan hilangnya kekuasaan yangdi tangannya, ialah sesudah pindahnya pusat peradaban duniaitu ke Bizantium.

Gejala-gejala kemunduran berikutnya ialah bertambah banyaknyasekta-sekta Kristen yang sampai menimbulkan pertentangan danpeperangan antara sesama mereka. Ini membawa akibat merosotnyamartabat iman yang tinggi ke dalam kancah perdebatan tentangbentuk dan ucapan, tentang sampai di mana kesucian Mariam:adakah ia yang lebih utama dari anaknya Isa Almasih atau anakyang lebih utama dari ibu - suatu perdebatan yang terjadi dimana-mana, suatu pertanda yang akan membawa akibat hancurnyaapa yang sudah biasa berlaku.

Ini tentu disebabkan oleh karena isi dibuang dan kulit yangdiambil, dan terus menimbun kulit itu di atas isi sehinggaakhirnya mustahil sekali orang akan dapat melihat isi atauakan menembusi timbunan kulit itu.

Apa yang telah menjadi pokok perdebatan kaum Nasrani Syam,lain lagi dengan yang menjadi perdebatan kaum Nasrani di Hiradan Abisinia. Dan orang-orang Yahudipun, melihat hubungannyadengan orang-orang Nasrani, tidak akan berusaha mengurangiatau menenteramkan perdebatan semacam itu. Oleh karena itusudah wajar pula orang-orang Arab yang berhubungan dengan kaumNasrani Syam dan Yaman dalam perjalanan mereka pada musimdingin atau musim panas atau dengan orang-orang Nasrani yangdatang dari Abisinia, tetap tidak akan sudi memihak salah satudi antara golongan-golongan itu. Mereka sudah puas dengankehidupan agama berhala yang ada pada mereka sejak merekadilahirkan, mengikuti cara hidup nenek-moyang mereka.

Oleh karena itu, kehidupan menyembah berhala itu tetap suburdi kalangan mereka, sehingga pengaruh demikian inipun sampaikepada tetangga-tetangga mereka yang beragama Kristen diNajran dan agama Yahudi di Yathrib, yang pada mulanyamemberikan kelonggaran kepada mereka, kemudian turutmenerimanya. Hubungan mereka dengan orang-orang Arab yangmenyembah berhala untuk mendekatkan diri kepada Tuhan itubaik-baik saja.

Yang menyebabkan orang-orang Arab itu tetap bertahan padapaganismanya bukan saja karena ada pertentangan di antaragolongan-golongan Kristen. Kepercayaan paganisma itu masihtetap hidup di kalangan bangsa-bangsa yang sudah menerimaajaran Kristen. Paganisma Mesir dan Yunani masih tetapberpengaruh ditengah-tengah pelbagai mazhab yang beranekamacam dan di antara pelbagai sekta-sekta Kristen sendiri.Aliran Alexandria dan filsafat Alexandria masih tetapberpengaruh, meskipun sudah banyak berkurang dibandingkandengan masa Ptolemies dan masa permulaan agama Masehi.Bagaimanapun juga pengaruh itu tetap merasuk ke dalam hatimereka. Logikanya yang tampak cemerlang sekalipun padadasarnya masih bersifat sofistik - dapat juga menarikkepercayaan paganisma yang polytheistik, yang dengankecintaannya itu dapat didekatkan kepada kekuasaan manusia.

Saya kira inilah yang lebih kuat mengikat jiwa yang masihlemah itu pada paganisma, dalam setiap zaman, sampai saat kitasekarang ini. Jiwa yang lemah itu tidak sanggup mencapaitingkat yang lebih tinggi, jiwa yang akan menghubungkannyapada semesta alam sehingga ia dapat memahami adanya kesatuanyang menjelma dalam segala yang lebih tinggi, yang sublim darisemua yang ada dalam wujud ini, menjelma dalam Wujud TuhanYang Maha Esa. Kepercayaan demikian itu hanya sampai padasuatu manifestasi alam saja seperti matahari, bulan atau apimisalnya. Lalu tak berdaya lagi mencapai segala yang lebihtinggi, yang akan memperlihatkan adanya manifestasi alam dalamkesatuannya itu.

Bagi jiwa yang lemah ini cukup hanya dengan berhala saja. Iaakan membawa gambaran yang masih kabur dan rendah tentangpengertian wujud dan kesatuannya. Dalam hubungannya denganberhala itu lalu dilengkapi lagi dengan segala gambaran kudus,yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan di seluruhdunia, sekalipun dunia yang mendakwakan dirinya modern dalamilmu pengetahuan dan sudah maju pula dalam peradaban. Misalnyamereka yang pernah berziarah ke gereja Santa Petrus di Roma,mereka melihat kaki patung Santa Petrus yang didirikan ditempat itu sudah bergurat-gurat karena diciumi olehpenganut-penganutnya, sehingga setiap waktu terpaksa gerejamemperbaiki kembali mana-mana yang rusak.

Melihat semua itu kita dapat memaklumi. Mereka belum nmendapatpetunjuk Tuhan kepada iman yang sebenarnya Mereka melihatpertentangan-pertentangan kaum Kristen yang menjadi tetanggamereka serta cara-cara hidup paganisma yang masih ada padamereka, di tengah-tengah mereka sendiri yang masih menyembahberhala itu sebagai warisan dari nenek-moyang mereka. Betapakita tak akan memaafkan mereka. Situasi demikian ini sudahbegitu berakar di seluruh dunia, tak putus-putusnya sampaisaat ini, dan saya kira memang tidak akan pernah berakhir.Kaum Muslimin dewasa inipun membiarkan paganisma itu dalamagama mereka, agama yang datang hendak menghapus paganisma,yang datang hendak menghilangkan segala penyembahan kepadasiapa saja selain kepada Allah Yang Maha Esa.

Cara-cara penyembahan berhala orang-orang Arab dahulu itubanyak sekali macamnya. Bagi kita yang mengadakan penyelidikandewasa ini sukar sekali akan dapat mengetahui seluk-beluknya.Nabi sendiri telah menghancurkan berhala-berhala itu danmenganjurkan para sahabat menghancurkannya di mana sajaadanya. Kaum Muslimin sudah tidak lagi bicara tentang itusesudah semua yang berhubungan dengan pengaruh itu dalamsejarah dan lektur dihilangkan. Tetapi apa yang disebutkandalam Quran dan yang dibawa oleh ahli-ahli sejarah dalam abadkedua Hijrah - sesudah kaum Muslimin tidak lagi akan tergodakarenanya - menunjukkan, bahwa sebelum Islam paganisma dalambentuknya yang pelbagai macam, mempunyai tempat yang tinggi.

Di samping itu menunjukkan pula bahwa kekudusanberhala-berhala itu bertingkat-tingkat adanya. Setiap kabilahatau suku mempunyai patung sendiri sebagai pusat penyembahan.Sesembahan-sesembahan zaman jahiliah inipun berbeda-beda pulaantara sebutan shanam (patung), wathan (berhala) dan nushub.Shanam ialah dalam bentuk manusia dibuat dari logam atau kayu,Wathan demikian juga dibuat dari batu, sedang nushub adalahbatu karang tanpa suatu bentuk tertentu. Beberapa kabilahmelakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri. Merekaberanggapan batu karang itu berasal dari langit meskipunagaknya itu adalah batu kawah atau yang serupa itu. Di antaraberhala-berhala yang baik buatannya agaknya yang berasal dariYaman. Hal ini tidak mengherankan. Kemajuan peradaban merekatidak dikenal di Hijaz, Najd atau di Kinda. Sayang sekali,buku-buku tentang berhala ini tidak melukiskan secaraterperinci bentuk-bentuk berhala itu, kecuali tentang Hubalyang dibuat dari batu akik dalam bentuk manusia, dan bahwalengannya pernah rusak dan oleh orang-orang Quraisy digantidengan lengan dari emas. Hubal ini ialah dewa orang Arab yangpaling besar dan diletakkan dalam Ka'bah di Mekah. Orang-orangdari semua penjuru jazirah datang berziarah ke tempat itu.

Tidak cukup dengan berhala-berhala besar itu saja buatorang-orang Arab guna menyampaikan sembahyang dan memberikankurban-kurban, tetapi kebanyakan mereka itu mempunyai pulapatung-patung dan berhala-berhala dalam rumah masing-masing.Mereka mengelilingi patungnya itu ketika akan keluar atausesudah kembali pulang, dan dibawanya pula dalam perjalananbila patung itu mengijinkan ia bepergian. Semua patung itu,baik yang ada dalam Ka'bah atau yang ada disekelilingnya,begitu juga yang ada di semua penjuru negeri Arab ataukabilah-kabilah dianggap sebagai perantara antara penganutnyadengan dewa besar. Mereka beranggapan penyembahannya kepadadewa-dewa itu sebagai pendekatan kepada Tuhan dan menyembahkepada Tuhan sudah mereka lupakan karena telah menyembahberhala-berhala itu.

Meskipun Yaman mempunyai peradaban yang paling tinggi diantara seluruh jazirah Arab, yang disebabkan oleh kesuburannegerinya serta pengaturan pengairannya yang baik, namun iatidak menjadi pusat perhatian negeri-negeri sahara yangterbentang luas itu, juga tidak menjadi pusat keagamaanmereka. Tetapi yang menjadi pusat adalah Mekah dengan Ka'bahsebagai rumah Ismail. Ke tempat itu orang berkunjung dan ketempat itu pula orang melepaskan pandang. Bulan-bulan sucisangat dipelihara melebihi tempat lain.

Oleh karena itu, dan sebagai markas perdagangan jazirah Arabyang istimewa, Mekah dianggap sebagai ibukota seluruh jazirah.Kemudian takdirpun menghendaki pula ia menjadi tanah kelahiranNabi Muhammad, dan dengan demikian ia menjadi sasaranpandangan dunia sepanjang zaman. Ka'bah tetap disucikan dansuku Quraisy masih menempati kedudukan yang tinggi, sekalipunmereka semua tetap sebagai orang-orang Badwi yang kasar sejakberabad-abad lamanya.

Catatan kaki:

1 Dikutip oleh Sir Muir dalam The Life of Mohammad, p.xc.

2 Cerita demikian terdapat dalam beberapa buku sejarah. Encylopedia Britannica juga menyebutnya, dan dikutip oleh penulis-penulis buku Historian's History of the World dan juga dijadikan pegangan oleh Emile Derminghem dalam la Vie de Mahomet. Akan tetapi At-Tabari menceritakan melalui Hisyam ibn Muhammad bahwa setelah orang Yaman itu pergi meminta bantuan Najasyi atas perbuatan Dhu Nuwas serta menjelaskan apa yang telah dilakukannya terhadap orang-orang Kristen oleh pembela agama Yahudi itu dan memperlihatkan sebuah Injil yang sudah sebagian dimakan api, Najasyi berkata: "Tenaga manusia di sini banyak, tapi aku tidak punya kapal. Sekarang aku menulis surat kepada Kaisar supaya mengirimkan kapal dan dengan itu akan kukirimkan pasukanku." Lalu ia menulis surat kepada Kaisar dengan melampirkan Injil yang sudah terbakar. Dan menambahkan: "Hisyam ibn Muhammad menduga, bahwa setelah kapal-kapal itu sampai ke tempat Najasyi, pasukannyapun dinaikkan dan berangkat ke pantai Mandab." Lihat Tarikh't-Tabari cetakan Al-Husainia, vol. 2, p. 106 dan 108.

3 Beberapa keterangan dalam buku-buku sejarah berbeda-beda tentang sebab penyerbuan Abisinia (Habasya) ini ke Yaman. Keterangan itu mengatakan, bahwa hubungan dagang antara Arab Musta'riba di Hijaz dengan Yaman dan Abisinia terus berlangsung. Pada waktu itu pantai-pantai Habasya membentang sepanjang Laut Merah lengkap dengan armada perdagangannya. Karena kekayaan dan kesuburannya, Kerajaan Rumawi ingin sekali menguasai Yaman. Aelius Galius penguasa (prefek) Kaisar Rumawi di Mesir mengadakan persiapan. akan menyerbu Yaman. Pasukannya dikerahkan menyeberangi Laut Merah ke Yaman dan juga menyerang Najran. Tetapi karena adanya penyakit yang menyerang mereka. Orang-orang Yaman mudah sekali mengusir mereka itu dan merekapun kembali ke Mesir. Sesudah itupun Rumawõ berturut-turut menyerang jazirah Arab di Yaman dan di luar Yaman, tapi kenyataannya tidak lebih menguntungkan dan yang pernah dilakukan oleh Galius. Saat itu Najasyi di Abisinia merasa perlu mengadakan pembalasan terhadap Yaman yang telah memaksakan agama Yahudi terhadap orangorang Rumawi yang beragama Kristen. Pasukan Aryat dikerahkan menyerbu Yaman dan berkuasa di tempat itu sampai pada waktu Persia datang mengusir mereka.



S E J A R A H H I D U P M U H A M M A D

oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah

Penerbit PUSTAKA JAYAJln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
Cetakan Kelima, 1980

Seri PUSTAKA ISLAM No.1

Read more...

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (3/4)
Muhammad Husain Haekal

Setelah surat Kaisar sampai ke tangan Najasyi, ia mengirimkanbersama orang Yaman itu - yang membawa surat - sepasukantentara di bawah pimpinan Aryat (Harith) dan Abraha al-Asyramsalah seorang prajuritnya. Aryat menyerbu Kerajaan Yaman atasnama penguasa Abisinia. Ia memerintah Yaman ini sampai iadibunuh oleh Abraha yang kemudian menggantikan kedudukannya.Abraha inilah yang memimpin pasukan gajah, dan dia yangkemudian menyerbu Mekah guna menghancurkan Ka'bah tetapigagal, seperti yang akan terlihat nanti dalam pasal berikut.

Anak-anak Abraha kemudian menguasai Yaman dengan tindakansewenang-wenang. Melihat bencana yang begitu lama menimpapenduduk, Saif bin Dhi Yazan pergi hendak menemui MaharajaRumawi. Ia mengadukan hal itu kepadanya dan memintanya supayamengirimkan penguasa lain dan Rumawi ke Yaman. Tetapi karenaadanya perjanjian persekutuan antara Kaisar Yustinianus denganNajasyi tidak mungkin ia dapat memenuhi permintaan Saif binDhi Yazan itu. Oleh karena itu Saif meninggalkan Kaisar danpergi menemui Nu'man bin'l-Mundhir selaku Gubernur yangdiangkat oleh Kisra untuk daerah Hira dan sekitarnya di Irak.3

Nu'man dan Saif bin Dhi Yazan bersama-sama datang menghadapKisra Parvez. Waktu itu ia sedang duduk dalam Ruangan Resepsi(Iwan Kisra) yang megah dihiasi oleh lukisan-lukisan bimasaktipada bagian tahta itu. Di tempat musim dinginnya bagian inidikelilingi dengan tabir-tabir dari bulu binatang yang mewahsekali. Di tengah-tengah itu bergantungan lampu-lampu kendilterbuat daripada perak dan emas dan diisi penuh dengan airtawar. Di atas tahta itulah terletak mahkotanya yang besarberhiaskan batu delima, kristal dan mutiara bertali emas danperak, tergantung dengan rantai dari emas pula. Ia sendirimemakai pakaian serba emas. Setiap orang yang memasuki tempatitu akan merasa terpesona oleh kemegahannya. Demikian jugahalnya dengan Saif bin Dhi Yazan.

Kisra menanyakan maksud kedatangannya itu dan Saifpunbercerita tentang kekejaman Abisinia di Yaman. Sungguhpun padamulanya Kisra Parvez ragu-ragu, tetapi kemudian ia mengirimkanjuga pasukannya di bawah pimpinan Wahraz (Syahrvaraz?), salahseorang keluarga ningrat Persia yang paling berani. Persiatelah mendapat kemenangan dan orang-orang Abisinia dapatdiusir dari Yaman yang sudah didudukinya selama 72 tahun itu.

Sejak itulah Yaman berada di bawah kekuasaan Persia, danketika Islam lahir seluruh daerah Arab itu berada dalamnaungan agama baru ini.

Akan tetapi orang-orang asing yang telah menguasai Yaman itutidak langsung di bawah kekuasaan Raja Persia. Terutama halitu terjadi setelah Syirawih (Shiruya Kavadh II) membunuhayahnya, Kisra Parvez, dan dia sendiri menduduki takhta. Iamembayangkan - dengan pikirannya yang picik itu bahwa duniadapat dikendalikan sekehendaknya dan bahwa kerajaannyamembantu memenuhI kehendaknya yang sudah hanyut dalam hidupkesenangan itu. Masalah-masalah kerajaan banyak sekali yangtidak mendapat perhatian karena dia sudah mengikuti nafsunyasendiri. Ia pergi memburu dalam suatu kemewahan yang belumpernah terjadi Ia berangkat diiringi oleh pemuda-pemudaningrat berpakaian merah, kuning dan lembayung, dikelilingioleh pengiring-pengiring yang membawa burung elang dan harimauyang sudah dijinakkan dan ditutup moncongnya; oleh budak-budakyang membawa wangi-wangian, oleh pengusir-pengusir lalat danpemain-pemain musik. Supaya merasa dirinya dalam suasana musimsemi sekalipun sebenarnya dalam musim dingin yang berat, iabeserta rombongannya duduk di atas permadani yang lebardilukis dengan lorong-lorong, ladang dan kebun yang ditanamibunga-bungaan aneka warna, dan dilatarbelakangi olehsemak-semak, hutan hijau serta sungai-sungai berwarna perak.

Tetapi sungguhpun Syirawih begitu jauh mengikutikesenangannya, kerajaan Persia tetap dapat mempertahankankemegahannya, dan tetap merupakan lawan yang kuat terhadapkekuasaan Bizantium dan penyebaran Kristen. Sekalipun dengannaik tahtanya Syirawih ini telah mengurangi kejayaankerajaannya, ia telah memberi kesempatan kepada kaum Musliminmemasuki negerinya dan menyebarkan Islam.

Yaman yang telah dijadikan gelanggang pertentangan sejak abadke-4 itu sebenarnya telah meninggalkan bekas yang dalam sekalidalam sejarah Semenanjung Arab dari segi pembagianpenduduknya. Disebutkan bahwa Bendungan Ma'rib yang olehsuku-bangsa Himyar telah dimanfaatkan untuk keuntungannegerinya, telah hancur pula dilanda banjir besar. Disebabkanoleh adanya pertentangan yang terus-menerus itu, lalailahmereka yang harus selalu mengawasi dan memeliharanya.Bendungan itu lapuk dan tidak tahan lagi menahan banjir.Dikatakan juga, bahwa setelah Rumawi melihat Yaman menjadipusat pertentangan antara kerajaannya dengan Persia dan bahwaperdagangannya terancam karena pertentangan itu, iapunmenyiapkan armadanya menyeberangi Laut Merah - antara Mesirdengan negeri-negeri Timur yang jauh - guna menarikperdagangan yang dibutuhkan oleh negerinya. Dengan demikiantidak perlu lagi ia menempuh jalan kafilah.

Mengenai peristiwanya, ahli-ahli sejarah sependapat, tetapimengenai sebab terjadinya peristiwa itu mereka berlainanpendapat. Peristiwanya ialah mengenai pindahnya kabilah Azd diYaman ke Utara. Semua mereka sependapat tentang kepindahanini, sekalipun sebagian menghubungkannya dengan sepinyabeberapa kota di Yaman karena mundurnya perdagangan yang biasamelalui tempat itu. Yang lain menghubung-hubungkan kepadarusaknya bendungan Ma'rib, sehingga banyak di antarakabilah-kabilah yang pindah karena takut binasa. Tetapi apapunjuga kejadiannya, namun adanya imigrasi ini telah menyebabkanYaman jadi berhubungan dengan negeri-negeri Arab lainnya,suatu hubungan keturunan dan percampuran yang sampai sekarangmasih dicoba oleh para sarjana menyelidikinya.

Apabila sistem politik di Yaman sudah menjadi kacau sepertiyang dapat kita saksikan, yang disebabkan oleh keadaan yangmenimpa negeri itu serta dijadikannya tempat itu medanpertarungan, maka struktur politik serupa itu tidak dikenalpada beberapa negeri Semenanjung Arab lainnya waktu itu.Segala macam sistem yang dapat dianggap sebagai suatu sistempolitik seperti pengertian kita sekarang atau sepertipengertian negara-negara yang sudah maju pada masa itu, didaerah-daerah seperti Tihama, Hijaz, Najd dan sepanjangdataran luas yang meliputi negeri-negeri Arab, pengertiandemikian itu belum dikenal. Anak negeri pada masa itu bahkansampai sekarang adalah penduduk pedalaman yang tidak biasa dikota-kota. Mereka tidak betah tinggal menetap di suatu tempat.Yang mereka kenal hanyalah hidup mengembara selalu,berpindah-pindah mencari padang rumput dan menuruti keinginanhatinya. Mereka tidak mengenal hidup cara lain selainpengembaraan itu.

Seperti juga ditempat-tempat lain, disinipun dasar hiduppengembaraan itu ialah kabilah. Kabilah-kabilah yang selalupindah dan mengembara itu tidak mengenal suatu peraturan atautata-cara seperti yang kita kenal. Mereka hanya mengenalkebebasan pribadi, kebebasan keluarga dan kebebasan kabilahyang penuh. Sedang orang kota, atas nama tata-tertib maumengalah dan membuang sebagian kemerdekaan mereka untukkepentingan masyarakat dan penguasa, sebagai imbalan atasketenangan dan kemewahan hidup mereka. Sedang seorangpengembara tidak pedulikan kemewahan, tidak betah denganketenangan hidup menetap, juga tidak tertarik kepada apapun -seperti kekayaan yang menjadi harapan orang kota - selainkebebasannya yang mutlak. Ia hanya mau hidup dalam persamaanyang penuh dengan anggota-anggota kabilahnya ataukabilah-kabilah lain sesamanya. Dasar kehidupannya ialahseperti makhluk-makhluk lain, mau survive, mau bertahan terussehingga sesuai dengan kaidah-kaidah kehormatannya yang sudahditanamkan dalam hidup mengembara yang serba bebas itu.

Oleh karena itu, kaum pengembara tidak menyukai tindakanketidak adilan yang ditimpakan kepada mereka. Mereka maumelawannya mati-matian, dan kalau tidak dapat melawan,ditinggalkannya tempat tinggal mereka itu, dan merekamengembara lagi ke seluruh jazirah, bila memang terpaksa harusdemikian.

Juga itu pula sebabnya, perang adalah jalan yang paling mudahbagi kabilah-kabilah ini bila harus juga timbul perselisihanyang tidak mudah diselesaikan dengan cara yang terhormat.Karena bawaan itu juga, maka tumbuhlah di kalangan sebagianbesar kabilah-kabilah itu sifat-sifat harga diri, keberanian,suka tolong-menolong, melindungi tetangga serta sikapmemaafkan sedapat mungkin dan semacamnya. Sifat-sifat ini akanmakin kuat apabila semakin dekat ia kepada kehidupanpedalaman, dan akan makin hilang apabila semakin dekat iakepada kehidupan kota.

Seperti kita sebutkan, karena faktor-faktor ekonomi juga, baikRumawi maupun Persia, hanya merasa tertarik kepada Yaman sajadari antara jazirah lainnya yang memang tidak mau tunduk itu.Mereka lebih suka meninggalkan tanah air daripada tundukkepada perintah. Baik pribadi-pribadi atau kabilah-kabilahtidak akan taat kepada peraturan apapun yang berlaku ataukepada lembaga apapun yang berkuasa.

Sifat-sifat pengembaraan itu cukup mempengaruhi daerah yangkecil-kecil yang tumbuh di sekitar jaziarah karena adanyaperdagangan para kafilah, seperti yang sudah kita terangkan.Daerah-daerah ini dipakai oleh para pedagang sebagai tempatberistirahat sesudah perjalanan yang begitu meletihkan. Disitu mereka bertemu dengan tempat-tempat pemujaan sang dewaguna memperoleh keselamatan bagi mereka serta menjauhkanmarabahaya gurun sahara serta mengharapkan perdagangan merekaselamat sampai di tempat tujuan.

Kota-kota seperti Mekah, Ta'if, Yathrib dan yang sejenis ituseperti wahah-wahah (oase) yang terserak di celah-celah gunungatau gurun pasir, terpengaruh juga oleh sifat-sifatpengembaraan demikian itu. Dalam susunan kabilah sertacabang-cabangnya, perangai hidup, adat-istiadat sertakebenciannya terhadap segala yang membatasi kebebasannya lebihdekat kepada cara hidup pedalaman daripada kepada cara-cara dikota, sekalipun mereka dipaksa oleh sesuatu cara hidup yangmenetap, yang tentunya tidak sama dengan cara-hidup pedalaman.Dalam pembicaraan tentang Mekah dan Yathrib pada pasal berikutini akan terlihat agak lebih terperinci.

Lingkungan masyarakat dalam alam demikian ini serta keadaanmoral, politik dan sosial yang ada pada mereka, mempunyaipengaruh yang sama terhadap cara beragamanya. Melihathubungannya dengan agama Kristen Rumawi dan Majusi Persia,adakah Yaman dapat terpengaruh oleh kedua agama itu dansekaligus mempengaruhi kedua agama tersebut di jazirah Arablainnya? Ini juga yang terlintas dalam pikiran kita, terutamamengenai agama Kristen. Misi Kristen yang ada pada masa itusama giatnya seperti yang sekarang dalam mempropagandakanagama. Pengaruh pengertian agama dalam jiwa serta cara hidupkaum pengembara tidak sama dengan orang kota. Dalam kehidupankaum pengembara manusia berhubungan dengan alam, ia merasakanadanya wujud yang tak terbatas dalam segala bentuknya. Iamerasa perlu mengatur suatu cara hidup antara dirinya denganalam dengan ketak-terbatasannya itu. Sedang bagi orang kotaketak-terbatasan itu sudah tertutup oleh kesibukannyahari-hari, oleh adanya perlindungan masyarakat terhadapdirinya sebagai imbalan atas kebebasannya yang diberikansebagian kepada masyarakat, serta kesediaannya tunduk kepadaundang-undang penguasa supaya memperoleh jaminan dan hakperlindungan. Hal ini menyebabkannya tidak merasa perluberhubungan dengan yang di luar penguasa itu, dengan kekuatanalam yang begitu dahsyat terhadap kehidupan manusia. Hubunganjiwa dengan unsur-unsur alam yang di sekitarnya jadiberkurang.

Dalam keadaan serupa ini, apakah yang telah diperoleh Kristendengan kegiatannya yang begitu besar sejak abad-abad permulaandalam menyebarkan ajaran agamanya itu? Barangkali soalnyahanya akan sampai di situ saja kalau tidak karena adanyasoal-soal lain yang menyebabkan negeri-negeri Arab itu,termasuk Yaman, tetap bertahan pada paganisma agamanenek-moyangnya, dan hanya beberapa kabilah saja yang maumenerima agama Kristen.

Manifestasi peradaban dunia yang paling jelas pada masa itu -seperti yang sudah kita saksikan - berpusat di sekitar LautTengah dan Laut Merah. Agama-agama Kristen dan Yahudibertetangga begitu dekat sekitar tempat itu. Kalau keduanyatidak memperlihatkan permusuhan yang berarti, juga tidakmemperlihatkan persahabatan yang berarti pula. Orang-orangYahudi masa itu dan sampai sekarang juga masih menyebut-nyebutadanya pembangkangan dan perlawanan Nabi Isa kepada agamamereka. Dengan diam-diam mereka bekerja mau membendung arusagama Kristen yang telah mengusir mereka dari Palestina, danyang masih berlindung dibawah panji Imperium Rumawi yangmembentang luas itu.

Read more...

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (2/4)
Muhammad Husain Haekal

Kedua kekuatan yang sekarang sedang berhadap-hadapan ituialah: kekuatan Kristen dan kekuatan Majusi, kekuatan Baratberhadapan dengan kekuatan Timur. Bersamaan dengan itukekuasaan-kekuasaan kecil yang berada dibawah pengaruh keduakekuatan itu, pada awal abad keenam berada di sekitar jazirahArab. Kedua kekuatan itu masing-masing mempunyai hasratekspansi dan penjajahan. Pemuka-pemuka kedua agama itumasing-masing berusaha sekuat tenaga akan menyebarkan agamanyake atas kepercayaan agama lain yang sudah dianutnya.Sungguhpun demikian jazirah itu tetap seperti sebuah oasisyang kekar tak sampai terjamah oleh peperangan, kecuali padabeberapa tempat di bagian pinggir saja, juga tak sampaiterjamah oleh penyebaran agama-agama Masehi atau Majusi,kecuali sebagian kecil saja pada beberapa kabilah. Gejalademikian ini dalam sejarah kadang tampak aneh kalau tidak kitalihat letak dan iklim jazirah itu serta pengaruh keduanyaterhadap kehidupan penduduknya, dalam aneka macam perbedaandan persamaan serta kecenderungan hidup mereka masing-masing.

Jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak parallelogram. Kesebelah utara Palestina dan padang Syam, ke sebelah timurHira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, kesebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang kesebelah barat Laut Merah. Jadi, dari sebelah barat dan selatandaerah ini dilingkungi lautan, dari utara padang sahara dandari timur padang sahara dan Teluk Persia. Akan tetapi bukanrintangan itu saja yang telah melindunginya dari serangan danpenyerbuan penjajahan dan penyebaran agama, melainkan jugakarena jaraknya yang berjauh-jauhan. Panjang semenanjung itumelebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribukilometer pula. Dan yang lebih-lebih lagi melindunginya ialahtandusnya daerah ini yang luar biasa hingga semua penjajahmerasa enggan melihatnya. Dalam daerah yang seluas itu sebuahsungaipun tak ada. Musim hujan yang akan dapat dijadikanpegangan dalam mengatur sesuatu usaha juga tidak menentu.Kecuali daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan yangsangat subur tanahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayahArab lainnya terdiri dari gunung-gunung, dataran tinggi,lembah-lembah tandus serta alam yang gersang. Tak mudah orangakan dapat tinggal menetap atau akan memperoleh kemajuan.Samasekali hidup di daerah itu tidak menarik selain hidupmengembara terus-menerus dengan mempergunakan unta sebagaikapalnya di tengah-tengah lautan padang pasir itu, sambilmencari padang hijau untuk makanan ternaknya, beristirahatsebentar sambil menunggu ternak itu menghabiskan makanannya,sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru di tempatlain. Tempat-tempat beternak yang dicari oleh orang-orangbadwi jazirah biasanya di sekitar mata air yang menyumber daribekas air hujan, air hujan yang turun dari celah-celah batu didaerah itu. Dari situlah tumbuhnya padang hijau yang terserakdi sana-sini dalam wahah-wahah yang berada di sekitar mataair.

Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian itu, yang sepertiSahara Afrika Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidupmenetap, dan cara hidup manusia yang biasapun tidak puladikenal. Juga sudah biasa bila orang yang tinggal di daerahitu tidak lebih maksudnya hanya sekadar menjelajahinya danmenyelamatkan diri saja, kecuali di tempat-tempat yang takseberapa, yang masih ditumbuhi rumput dan tempat beternak.Juga sudah sewajarnya pula tempat-tempat itu tetap tak dikenalkarena sedikitnya orang yang mau mengembara dan maumenjelajahi daerah itu. Praktis orang zaman dahulu tidakmengenal jazirah Arab, selain Yaman. Hanya saja letaknya itutelah dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninyapundapat bertahan diri.

Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautanguna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran.Dari peribahasa Arab yang dapat kita lihat sekarangmenunjukkan, bahwa ketakutan orang menghadapi laut samaseperti dalam menghadapi maut. Tetapi, bagaimanapun juga untukmengangkut barang dagangan itu harus ada jalan lain selainmengarungi bahaya maut itu. Yang paling penting transporperdagangan masa itu ialah antara Timur dan Barat: antaraRumawi dan sekitarnya, serta India dan sekitarnya. JazirahArab masa itu merupakan daerah lalu-lintas perdagangan yangdiseberanginya melalui Mesir atau melalui Teluk Persia, lewatterusan yang terletak di mulut Teluk Persia itu. Sudah tentuwajar sekali bilamana penduduk pedalaman jazirah Arab itumenjadi raja sahara, sama halnya seperti pelaut-pelaut padamasa-masa berikutnya yang daerahnya lebih banyak dikuasai airdaripada daratan, menjadi raja laut. Dan sudah wajar pulabilamana raja-raja padang pasir itu mengenal seluk-beluk jalanpara kafilah sampai ke tempat-tempat yang berbahaya, samahalnya seperti para pelaut, mereka sudah mengenal garis-garisperjalanan kapal sampai sejauh-jauhnya. "Jalan kafilah itubukan dibiarkan begitu saja," kataHeeren, "tetapi sudahmenjadi tempat yang tetap mereka lalui. Di daerah padang pasiryang luas itu, yang biasa dilalui oleh para kafilah, alamtelah memberikan tempat-tempat tertentu kepada mereka,terpencar-pencar di daerah tandus, yang kelak menjadi tempatmereka beristirahat. Di tempat itu, di bawah naunganpohon-pohon kurma dan di tepi air tawar yang mengalir disekitarnya, seorang pedagang dengan binatang bebannya dapatmenghilangkan haus dahaga sesudah perjalanan yang melelahkanitu. Tempat-tempat peristirahatan itu juga telah menjadigudang perdagangan mereka, dan yang sebagian lagi dipakaisebagai tempat penyembahan, tempat ia meminta perlindunganatas barang dagangannya atau meminta pertolongan dari tempatitu."1

Lingkungan jazirah itu penuh dengan jalan kafilah. Yangpenting di antaranya ada dua. Yang sebuah berbatasan denganTeluk Persia, Sungai Dijla, bertemu dengan padang Syam danPalestina. Pantas jugalah kalau batas daerah-daerah sebelahtimur yang berdekatan itu diberi nama Jalan Timur. Sedang yangsebuah lagi berbatasan dengan Laut Merah; dan karena itudiberi nama Jalan Barat. Melalui dua jalan inilah produksibarang-barang di Barat diangkut ke Timur dan barang-barang diTimur diangkut ke Barat. Dengan demikian daerah pedalaman itumendapatkan kemakmurannya.

Akan tetapi itu tidak menambah pengetahuan pihak Barat tentangnegeri-negeri yang telah dilalui perdagangan mereka itu.Karena sukarnya menempuh daerah-daerah itu, baik pihak Baratmaupun pihak Timur sedikit sekali yang mau mengarunginya -kecuali bagi mereka yang sudah biasa sejak masa mudanya.Sedang mereka yang berani secara untung-untunganmempertaruhkan nyawa banyak yang hilang secara sia-sia ditengah-tengah padang tandus itu. Bagi orang yang sudah biasahidup mewah di kota, tidak akan tahan menempuh gunung-gunungtandus yang memisahkan Tihama dari pantai Laut Merah dengansuatu daerah yang sempit itu. Kalaupun pada waktu itu ada jugaorang yang sampai ke tempat tersebut - yang hanya mengenalunta sebagai kendaraan - ia akan mendaki celah-celahpegunungan yang akhirnya akan menyeberang sampai ke datarantinggi Najd yang penuh dengan padang pasir. Orang yang sudahbiasa hidup dalam sistem politik yang teratur dan dapatmenjamin segala kepuasannya akan terasa berat sekali hidupdalam suasana pedalaman yang tidak mengenal tata-tertibkenegaraan. Setiap kabilah, atau setiap keluarga, bahkansetiap pribadipun tidak mempunyai suatu sistiem hubungandengan pihak lain selain ikatan keluarga atau kabilah atauikatan sumpah setia kawan atau sistem jiwar (perlindunganbertetangga) yang biasa diminta oleh pihak yang lemah kepadayang lebih kuat.

Pada setiap zaman tata-hidup bangsa-bangsa pedalaman itumemang berbeda dengan kehidupan di kota-kota. Ia sudah puasdengan cara hidup saling mengadakan pembalasan, melawanpermusuhan dengan permusuhan, menindas yang lemah yang tidakmempunyai pelindung. Keadaan semacam ini tidak menarikperhatian orang untuk membuat penyelidikan yang lebih dalam.

Oleh karena itu daerah Semenanjung ini tetap tidak dikenaldunia pada waktu itu. Dan barulah kemudian - sesudah Muhammads.a.w. lahir di tempat tersebut - orang mulai mengenalsejarahnya dari berita-berita yang dibawa orang dari tempatitu, dan daerah yang tadinya samasekali tertutup itu sekarangsudah mulai dikenal dunia.

Tak ada yang dikenal dunia tentang negeri-negeri Arab ituselain Yaman dan tetangga-tetangganya yang berbatasan denganTeluk Persia. Hal ini bukan karena hanya disebabkan olehadanya perbatasan Teluk Persia dan Samudera Indonesia saja,tetapi lebih-lebih disebabkan oleh - tidak sepertijazirah-jazirah lain - gurun sahara yang tandus. Dunia tidaktertarik, negara yang akan bersahabatpun tidak merasa akanmendapat keuntungan dan pihak penjajah juga tidak punyakepentingan. Sebaliknya, daerah Yaman tanahnya subur, hujanturun secara teratur pada setiap musim. Ia menjadi negeriperadaban yang kuat, dengan kota-kota yang makmur dantempat-tempat beribadat yang kuat sepanjang masa. Pendudukjazirah ini terdiri dari suku bangsa Himyar, suatu suku bangsayang cerdas dan berpengetahuan luas. Air hujan yang menyiramibumi ini mengalir habis menyusuri tanah terjal sampai ke laut.Mereka membuat Bendungan Ma'rib yang dapat menampung arus airhujan sesuai dengan syarat-syarat peradaban yang berlaku.

Sebelum di bangunnya bendungan ini , air hujan yang derasterjun dari pegunungan Yaman yang tinggi-tinggi itu, menyusurturun ke lembah-lembah yang terletak di sebelah timur kotaMa'rib. Mula-mula air turun melalui celah-celah dua buahgunung yang terletak di kanan-kiri lembah ini, memisahkan satusama lain seluas kira-kira 400 meter. Apabila sudah sampai diMa'rib air itu menyebar ke dalam lembah demikian rupa sehinggahilang terserap seperti di bendungan-bendungan Hulu SungaiNil. Berkat pengetahuan dan kecerdasan yang ada pada pendudukYaman itu, mereka membangun sebuah bendungan, yaitu BendunganMa'rib. Bendungan ini dibangun daripada batu di ujung lembahyang sempit, lalu dibuatnya celah-celah guna memungkinkanadanya distribusi air ke tempat-tempat yang mereka kehendakidan dengan demikian tanah mereka bertambah subur.

Peninggalan-peninggalan peradaban Himyar di Yaman yang pernahdiselidiki - dan sampai sekarang penyelidikan itu masihditeruskan -menunjukkan, bahwa peradaban mereka pada suatusaat memang telah mencapai tingkat yang tinggi sekali, jugasejarahpun menunjukkan bahwa Yaman pernah pula mengalamibencana.

Sungguhpun begitu peradaban yang dihasilkan dari kesuburannegerinya serta penduduknya yang menetap menimbulkan gangguanjuga dalam lingkungan jazirah itu. Raja-raja Yaman kadang darikeluarga Himyar yang sudah turun-temurun, kadang juga darikalangan rakyat Himyar sampai pada waktu Dhu Nuwas al-Himyariberkuasa. Dhu Nuwas sendiri condong sekali kepada agama Musa(Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala yang telahmenimpa bangsanya. Ia belajar agama ini dari orang-orangYahudi yang pindah dan menetap di Yaman. Dhu Nuwas inilah yangdisebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalamkisah "orang-orang yang membuat parit," dan menyebabkanturunnya ayat: "Binasalah orang-orang yang telah membuatparit. Api yang penuh bahan bakar. Ketika mereka duduk ditempat itu. Dan apa yang dilakukan orang-orang beriman itumereka menyaksikan. Mereka menyiksa orang-orang itu hanyakarena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Mulia danTerpuji." (Qur'an 85:4-8)

Cerita ini ringkasnya ialah bahwa ada seorang pengikut NabiIsa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari KerajaanRumawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kotaitu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah merekamakin lama makin bertambah juga. Setelah berita itu sampaikepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepadapenduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akandibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah paritdan dipasang api di dalamnya. Mereka dimasukkan ke dalam parititu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian denganpedang atau dibikin cacat. Menurut beberapa buku sejarahkorban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salahseorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan DhuNuwas, ia lari ke Rumawi dan meminta bantuan KaisarYustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu. Oleh karena letakKerajaan Rumawi ini jauh dari Yaman, Kaisar itu menulis suratkepada Najasyi (Negus) supaya mengadakan pembalasan terhadapraja Yaman. Pada waktu itu [abad ke-6] Abisinia yang dipimpinoleh Najasyi sedang berada dalam puncak kemegahannya.Perdagangan yang luas melalui laut disertai oleh armada yangkuat2 dapat menancapkan pengaruhnya sampai sejauh-jauhnya.Pada waktu itu ia menjadi sekutu Imperium Rumawi Timur danyang memegang panji Kristen di Laut Merah, sedang KerajaanRumawi Timur sendiri menguasainya di bagian Laut Tengah.

Read more...

..:: MY LIVE ::..

Thoriqat Qodhiriyah IKHWAN Ahli BAI'AH 30
Simpang Tiga

..:: ABOUT TAZKIRAH ::..



Rahsia hidup kita

"DIRI" ini lah yang menghidupkan jasad selagi ada hayatnya di dunia ini, "DIRI" ini harus di kenal dan dirasai sepenuh nya oleh kita,kerana ia mengandungi banyak rahsia dan serba guna, di dunia dan akhirat, Insyaallah.

Kenal kah "DIRI" tadi kepada Tuhan nya? Sudah tentu kerana dia datang dari sana, dari MAHA pencipta dan MAHA besar.

Banyak lagi persoalan yang akan timbul apabila kita dapat mengenal "DIRI" kita yang sebenar benar "DIRI" ini, kita harus belajar dari "DIRI" ini:

Dia mengetahui kerana dia datang dari yang MAHA mengetahui

Dia bijak kerana datang dari yang MAHA bijaksana

Dia lah sebaik baik Guru dalam kehidupan kita

Kehidupan sebenar ialah di dalam, dan kehidupan dunia ini mendatang kemudian,

..:: AWARD FOR FRIEND ::..

..:: TAZKIRAH FOLLOWERS ::..

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP